RadenOto Iskandar di Nata (lahir di Bandung, Jawa Barat, 31 Maret 1897 – wafat di Mauk, Tangerang, Banten, 20 Desember 1945 pada umur 48 tahun) adalah salah satu Pahlawan Nasional Indonesia.Ia mendapat julukan si Jalak Harupat.Selain itu ia juga mantan ketua organisasi Paguyuban Pasundan (1929-1942) dan anggota Volksraad, DPR pada masa Hindia
PaperOtto Iskandar Dinata. Disusun oleh : Tiara Gustina 10.2015.009 Otto iskandar dinata si jalak harupat Indonesia seperti yang kita ketahui merupakan Negara yang sudah dinyatakan merdeka dari jajahan Negara lain. Saat ini kita semua dapat menikmati semua kebebasan dan kemerdekaan ini dengan sepenuh hati tanpa ada lagi rasa takut yang membayang-bayangi
blogini berisi tentang biografi dan beberapa artikel-artikel mengenai tokoh-tokoh dunia seperti soekarno, gusdur, soe hok gie, chairil anwar, karl marx, john lennon, mohammad hatta, ws rendra, wiji thukul, tan malaka dan tokoh-tokoh lainnya.
OttoIskandar di Natta merupakan Pahlawan Nasional yang lahir pada 31 Maret 1897 di Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Ayah Otto Iskandar di Nata merupakan keturunan dari bangsawan Sunda bernama Nataatmadja. Otto adalah anak ketiga dari sembilan bersaudara. Otto memperoleh pendidikan dasarnya di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Bandung, kemudian
Diterjemaahkandari bahasa Beanda oleh Drs. Muhammad Radjab Penerbit : Indira Tebal : 226 Halaman (Hard Cover) -Biografi R.Oto Iskandar Dinata Penulis : Nina H. Lubis Pengantar : Taufik Abdullah Penerbit : Gramedia Apa dan siapa orang Sunda Editor : Ajip Rosidi Penerbit : Kiblat Cetakan pertama 2003 Tebal : 226 hal Buku bekas
alamat pesantren ustadz adi hidayat di bekasi. Otto Iskandar di Natta merupakan Pahlawan Nasional yang lahir pada 31 Maret 1897 di Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Ayah Otto Iskandar di Nata merupakan keturunan dari bangsawan Sunda bernama Nataatmadja. Otto adalah anak ketiga dari sembilan bersaudara. Otto memperoleh pendidikan dasarnya di Hollandsch-Inlandsche School HIS Bandung, kemudian melanjutkan di Kweekschool Onderbouw Sekolah Guru Bagian Pertama Bandung, serta di Hogere Kweekschool Sekolah Guru Atas di Purworejo, Jawa Tengah. Setelah menyelesaikan sekolahnya, Otto dewasa sudah menjadi guru HIS di Banjarnegara, Jawa Tengah. Pada bulan Juli 1920, Otto kemudian pindah ke Bandung dan mengajar di HIS bersubsidi serta perkumpulan Perguruan Rakyat Dalam kegiatan pergarakannya pada masa sebelum kemerdekaan, Otto pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Budi Utomo cabang Bandung pada periode 1921-1924, serta sebagai Wakil Ketua Budi Utomo cabang Pekalongan tahun 1924. Ketika itu, ia menjadi anggota Gemeenteraad “Dewan Kota” Pekalongan mewakili Budi Utomo. Oto juga aktif mengikuti kegiatan organisasi budaya Sunda bernama Paguyuban Pasundan. Ia menjadi Sekretaris Pengurus Besar tahun 1928, dan menjadi ketuanya pada periode 1929-1942. Organisasi tersebut bergerak dalam bidang pendidikan, sosial-budaya, politik, ekonomi, kepemudaan, dan pemberdayaan perempuan. Otto Iskandar di Nata juga menjadi anggota Volksraad “Dewan Rakyat”, semacam DPR yang dibentuk pada masa Hindia Belanda untuk periode 1930-1941. Pada masa penjajahan Jepang, Otto menjadi Pemimpin surat kabar Tjahaja 1942-1945. Ia kemudian menjadi anggota BPUPKI dan PPKI yang dibentuk oleh pemerintah pendudukan Jepang sebagai lembaga-lembaga yang membantu persiapan kemerdekaan Indonesia. Setelah proklamasi kemerdekaan, Otto menjabat sebagai Menteri Negara pada kabinet yang pertama Republik Indonesia tahun 1945. Ia bertugas mempersiapkan terbentuknya BKR dari laskar-laskar rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam melaksanakan tugasnya, Otto diperkirakan telah menimbulkan ketidakpuasan pada salah satu laskar tersebut. Ia menjadi korban penculikan sekelompok orang yang bernama Laskar Hitam, hingga kemudian hilang dan diperkirakan terbunuh di daerah Banten Otto Iskandardinata diangkat sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 088/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973. Sebuah monumen perjuangan Bandung Utara di Lembang, Bandung bernama “Monumen Pasir Pahlawan” didirikan untuk mengabadikan perjuangannya. Nama Otto Iskandardinata juga diabadikan sebagai nama jalan di beberapa kota di Indonesia. sumber wikipedia
Indonesia BIOGRAFI TOKOH SUNDA Raden Otto Iskandar Dinata Lahir di Bandung, pada tanggal 31 Maret 1897. Wafat di Banten, antara Oktober sampai 20 Desember 1945. Setelah menamatkan pendidikannya di HIS SD di Bandung, Raden Otto iskandardinata melanjutkan ke sekolah guru di Purworejo. Setelah selesai ia diangkat sebagai guru di Banjarnegara. Lalu dipindahkan ke Pekalongan. Di Pekalongan, Otto diangkat sebagai wakil Budi Utomo dalam dewan kota. Karena sikapnya yang selalu membela rakyat kecil dan mengkritik pengusaha-pengusaha Belanda, ia kemudian berselisih paham dengan Residen Pekalongan. akibatnya, ia kemudian dipindahkan ke Jakarta, dan mengajar di Sekolah Muhammadiyah. selain sebagai guru, ya juga bergabung dengan paguyuban Pasundan yang didirikannya bersama-sama dengan dr. Kusuma Sujuna tahun 1914. Ketika Otto kemudian diangkat sebagai ketua dan paguyuban Pasundan berubah menjadi partai yang berhaluan koperasi, organisasi tersebut menjadi maju dengan pesat. Pada tahun 1930, Otto Iskandar Dinata diangkat menjadi anggota Volksraad sebagai wakil paguyuban Pasundan. Di Volksraad Otto dikenal sebagai orang yang berani mengecam pemerintah Kolonial Belanda sehingga dijuluki "si Jalak Harupat" Burung Jalak yang Berani. oto pun sering disuruh berhenti saat berpidato karena kata-katanya yang keras dan berani. Pada tahun 1935, Otto ditarik dari keanggotaan Volksraad. Paguyuban Pasundan kemudian bergabung dengan Gabungan Politik Indonesia GAPI. Setelah organisasi GAPI dilarang pada masa pendudukan Jepang, kegiatan Otto adalah mendirikan penerbitan surat kabar _Cahaya_ sebagai ganti harian _Sipatahunan_ yang dilarang terbit pada tahun 1942. Otto pernah menjadi anggota Chou Sangi In. Pernah pula menjadi anggota PPKI. Ia juga sering bertukar pikiran dengan Gatot Mangkupraja mengenai pembentukan PETA. sesudah Proklamasi Kemerdekaan, Otto diangkat menjadi menteri negara dan ikut membentuk BKR. Pada akhir Oktober 1945, Otto Iskandar Dinata diculik oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab setelah sebelumnya ia menerima telepon untuk datang ke Jakarta. Pada waktu itu memang sering terjadi peristiwa penculikan tanpa maksud maksud yang jelas. Demikian pula dengan Otto yang diculik oleh Laskar Hitam tanpa sebab dan maksud yang jelas. Jenazah Otto kemudian ditemukan pada tanggal 20 Desember 1945 di Pantai Mauk, Tangerang. BIOGRAFI TOKOH SUNDA Radén Otto Iskandar Dinata Dilahirkeun di Bandung, 31 Maret 1897. Pupusna di Banten, antara Oktober jeung 20 Désémber 1945. Sanggeus réngsé atikan di HIS SD di Bandung, Radén Otto Iskandardinata nuluykeun ka sakola guru di Purworejo. Sanggeus réngsé anjeunna diangkat jadi guru di Banjarnegara. Teras ngalih ka Pekalongan. Di Pekalongan, Otto diangkat jadi wakil Budi Utomo di dewan kota. Lantaran sikepna sok ngabela rahayat leutik jeung ngiritik pangusaha Walanda, saterusna manéhna teu satuju jeung Residen Pekalongan. Hasilna, anjeunna lajeng dipindahkeun ka Jakarta, sarta ngajar di Sakola Muhammadiyah. sajaba ti jadi guru, manéhna ogé milu ka masarakat Pasundan anu diadegkeunana babarengan jeung dr. Kusuma Sujuna dina warsih 1914. Sabada Otto diangkat jadi pupuhu sarta masarakat Pasundan robah jadi partéy koperasi, organisasi éta mekar pesat. Taun 1930, Otto Iskandar Dinata diangkat jadi anggota Volksraad minangka wawakil masarakat Pasundan. Dina Volksraad Otto katelah jalma anu wani ngiritik pamaréntah kolonial Walanda, ku kituna manéhna dijuluki "Jalak Harupat" Jalak Berani. Oto mindeng dititah eureun salila biantara lantaran kecap-kecapna anu kuat tur gagah. Taun 1935, Otto ditarik tina kaanggotaan Pasundan saterusna ngagabung jeung Persatuan Politik Indonésia GAPI. Sanggeus organisasi GAPI dilarang dina mangsa penjajahan Jepang, kagiatan Otto ngadegkeun penerbitan koran _Cahaya_ tinimbang harian _Sipatahunan_ nu dilarang taun 1942. Otto kungsi jadi anggota Chou Sangi In. Anjeunna oge anggota PPKI. Manéhna ogé remen silih tukeur pamanggih jeung Gatot Mangkupraja ngeunaan pembentukan PETA. Sanggeus Proklamasi Kamerdikaan, Otto diangkat jadi menteri nagara jeung mantuan ngawangun BKR. Dina ahir Oktober 1945, Otto Iskandar Dinata diculik ku jalma-jalma nu teu boga tanggung jawab sanggeus saméméhna narima telepon pikeun datang ka Jakarta. Dina waktos éta, penculikan sering lumangsung tanpa tujuan anu jelas. Kitu deui jeung Otto anu diculik ku Pahlawan Hideung tanpa alesan jeung tujuan anu jelas. Layon Otto saterusna kapanggih dina tanggal 20 Désémber 1945 di Basisir Mauk, Tangerang.
Uploaded bykaiyla amirah zahra 0% found this document useful 0 votes114 views1 pageDescriptionbiografi pahlawan bahasa sundaOriginal Titlebiografi oto iskandar dinataCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes114 views1 pageBiografi Oto Iskandar DinataOriginal Titlebiografi oto iskandar dinataUploaded bykaiyla amirah zahra Descriptionbiografi pahlawan bahasa sundaFull descriptionJump to Page You are on page 1of 1Search inside document Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
biografi otto iskandar dinata dalam bahasa sunda